Posted by: aminuddin | 16/04/2012

Saya harap dia faham

Melihat gambar ini saya hanya mampu berdoa moga srikandi ini faham apa yang beliau sedang perjuangkan.

Hadapilah setiap langkah dengan mata hati bukan nafsu.

Jadikanlah syarak sebagai asas pertimbangan bukan hujah politik.

Kenalilah mana kawan mana musuh.

Manakan sama muslim yang fasik dengan kufur yang engkar.

Marahkan nyamuk jangan kelambu pula yang dibakar.

Moga kita semua diampunkan Allah.


Responses

  1. salam,

    cuma nak bertanya. pastikah saudara wanita tu berpakaian tersebut berusaha untuk meraih undi bagi pihak yang ditonjolkan?

    ataukah satu propaganda? jika saya bersangka buruk, saya tentulah ragu-ragu dengan keberadaan bendera BN sebagai latar gambar ni. seolah2 wanita ni dari orang BN yang cuba memberika imej negatif terhadap wanita berpurdah ataupun gerakan islam yang berada di pihak pembangkang

    terima kasih

    • minta maaf, terpost lebih. mungkin sebab internet connection tak mantap =_=’

  2. salam,

    saya ingin bertanya. benarkah wanita ni sedang mendapatkan perhatian untuk meraih undi bagi pihak yang ditonjolkan? atau dalam kata lain, berjuang untuk pihak tersebut?

    kalaulah saya bersangka buruk. saya akan memikirkan bahawa ini adalah propaganda dari pihak parti lawan ataupun BN sendiri, melihatkan bendera BN di latar belakang gambar ini. saya kira mereka sedang memperlihatkan imej yang buruk terhadap seorang wanita yang berpurdah

    saya tidak ingin menghukum. saya berpendapat dengan memperagakan pakaian sedemikian rupa, bukanlah cara yang betul untuk meraih undi. bahkan pada sekilas pandang pun, memberikan imej yang negatif

    terima kasih

  3. ketahuilah wahai kaum melayu apabila orang melayu mulai hilang keraguan terhadap roket dan orang india dan cina mula percaya kepada pas ….. itulah detik-detik kejAtuhan PEKEMBAR @ UMNO anak kelahiran penjajah BRITISH

    • Salam,

      Buat penyokong2 PAS yang begitu beriya2 nak jatuhkan UMNO…setuju tak cara fikir orang kuat DAP ni….
      Nak tanya…jika PAS memperjuangkan ISLAM..apakah Islamik tahaluf PAS dengan DAP ini…
      Sama2 kita fikirkan!!

      Pakatan’s Malay leadership not permanent
      By Azreen Hani

      KUALA LUMPUR: The Malay leadership of Pakatan Rakyat is not a permanent arrangement as the leader of the Opposition pact could come from any race.

      DAP national vice chairman Dr Tan Seng Giaw said while the party currently accepts Datuk Seri Anwar Ibrahim as PR leader it doesn’t mean the position was exclusive for the Malays.

      “Pakatan Rakyat’s leader should be selected not based on the person’s race. If the person is suitable to become a leader, I believe Pakatan will appoint that person to lead the country,” Dr Tan told The Mole.

      Dr Tan was commenting on Anwar’s statement in an interview with Asia360 where Anwar said that the race-card will not be an issue if the opposition forms the Federal Government.

      “The opposition was seen to be an attack on the Malays. It is not necessarily right; I’m talking about perceptions here. By 2008, we [the opposition] controlled five states — this is not a concern anymore. We are talking about an UMNO-dominated government versus the opposition, which is also Malay-led, so you can’t use this race card,” Anwar was quoted as saying in the interview.

      The interview was also published in Anwar’s blog.

      Dr Tan said although it is not Pakatan’s permanent policy to have a Malay leader, Pakatan members have agreed that Anwar is the most suitable person to lead the pact at this point of time.

      “This is because Anwar has the experience and we feel he is most qualified in bringing the reform agenda Pakatan strives for,” Dr Tan who is the Kepong MP explained.

      Asked if Anwar’s statement was not in conflict with PR’s stand where all partners are considered to be equal, Dr Tan said it was a non-issue.

      “It is a non-issue to us as we have always respected the fact that anyone who is capable and accepted by the majority should be a leader.

      “We should look beyond this race game. Let’s do what is best for the country,” Dr Tan argued.

      Johor PKR chairman Datuk Chua Jui Meng said it is only logical for any ruling coalition to be led by a Malay as only a Malay could be appointed as the Prime Minister.

      “Of course any coalition will be Malay-led. We are being realistic here. I would like to think that is what Anwar meant by the opposition being Malay-led.

      “The reality is we need to get the majority support and in fact the other Pakatan partners have never demanded to be the PM,” Chua added.

  4. jatuhkan umno dulu lain-lain boleh bincang kemudian

    • DAP macamana?

  5. Dari satu sudut pandangan sdr mungkin benar …. “Kenalilah mana kawan mana musuh. Manakan sama muslim yang fasik dengan kufur yang engkar.” “muslim yang fasik”?

    بسم الله الرحمن الرحيم.
    أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَالْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْضِ أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّارِ.
    Maksudnya: “Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang- orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat ma’siat?” Shaad (38):28

    tetapi ini juga benar ke atas apa diperjuangkan ISMA, bukan begitu?😀

    وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَلَا الْمُسِيءُ قَلِيلًا مَّا تَتَذَكَّرُونَ.
    Maksudnya : “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.” Al Mu’min (40) : 58

    أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ
    Maksudnya : “Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir) ?” Al Qalam (68) : 35

    dalam ayat lain …

    وَلَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ وَمَا يَكْفُرُ بِهَا إِلاَّ الْفَاسِقُونَ
    Maksudnya : “Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.” Al Baqarah (2) : 99

    وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُواْ دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَذَكِّرْ بِهِ أَن تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ اللّهِ وَلِيٌّ وَلاَ شَفِيعٌ وَإِن تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لاَّ يُؤْخَذْ مِنْهَا أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُواْ بِمَا كَسَبُواْ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُواْ يَكْفُرُونَ
    Maksudnya : “Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quraan itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa’at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.” Al An’am (6) : 70

    وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْأَوْنَ عَنْهُ وَإِن يُهْلِكُونَ إِلاَّ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
    Maksudnya : “Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quran dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.” Al An’am (6) : 26

    اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَن سَبِيلِ اللَّهِ فَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ
    Maksudnya : “Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi (manusia) dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan.” Al Mujaadila (58) : 16

    وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ
    Maksudnya : “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Qur’an) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” Al Mu’minuun (23) : 71

    وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ إِلَى مَا أَنزَلَ اللّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودًا
    Maksudnya : “Apabila dikatakan kepada mereka : “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” An Nisaa (4) : 61

    الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُم مِّن بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُواْ اللّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
    Maksudnya : “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.” At Taubah (9) : 67

    إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَـئِكَ يَلعَنُهُمُ اللّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ
    Maksudnya : “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati,” Al Baqarah (2) : 159

    وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا
    Maksudnya : “Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan – apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara – (tidaklah harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata.” Al Ahzab (33) : 36

    وَمِنَ النَّاسِ مَن يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ
    Maksudnya : “Dan di antara manusia ada orang yang tutur katanya mengenai hal kehidupan dunia, menyebabkan engkau tertarik hati (mendengarnya), dan ia (bersumpah dengan mengatakan bahawa) Allah menjadi saksi atas apa yang ada dalam hatinya, padahal ia adalah orang yang amat keras permusuhannya (kepadamu).” Al Baqarah (2) : 204

    peringatan untuk kita semua … sudahkah kita laksanakan?🙂

    لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ
    Maksudnya : “Orang-orang kafir Yahudi dari Bani Israil telah dilaknat (di dalam Kitab-kitab Zabur dan Injil) melalui lidah Nabi Daud dan Nabi Isa ibni Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka menderhaka dan selalu menceroboh.”

    كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
    Maksudnya : “Mereka sentiasa tidak berlarang-larangan (sesama sendiri) dari perbuatan mungkar (derhaka dan ceroboh), yang mereka lakukan. Demi sesungguhnya amatlah buruknya apa yang mereka telah lakukan.”

    تَرَىٰ كَثِيرًا مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ
    Maksudnya : “Engkau melihat banyak dari mereka menjadikan orang-orang kafir (musyrik) teman rapat mereka. Demi sesungguhnya amatlah buruknya apa yang mereka sediakan bagi diri mereka (pada hari akhirat kelak) iaitu kemurkaan Allah menimpa mereka, dan mereka pula tetap kekal di dalam azab (neraka).”

    وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
    Maksudnya : “Sekiranya mereka beriman kepada Allah dan kepada Nabi serta apa yang diturunkan kepadanya, nescaya mereka tidak menjadikan orang-orang (musyrik) sebagai teman rapat, akan tetapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang fasik.”

    Al-Mā’idah (5): 78-81

    maksud hadis :
    Rasulullah S.A.W. bersabda:
    “Ketika kaum Bani Israil sudah terjerumus dalam berbagai kemaksiatan, lalu alim ulama mereka itupun melarang mereka, tetapi mereka tidak menghentikan perbuatan mereka itu. Kemudian alim ulama tadi mengawani mereka dalam duduk, makan dan minumnya – sebagai menyetujui kemungkaran yang dilakukan itu. Karena itu Allah lalu memukulkan – membencikan – hati setengah mereka terhadap setengahnya serta melaknat mereka atas lidahnya Nabi Dawud dan Isa anak Maryam. Yang sedemikian itu adalah karena mereka telah melanggar aturan.”

    Kemudian Rasulullah S.A.W. duduk dan sebelum itu beliau S.A.W. bersandar, lalu meneruskan sabdanya: “Jangan demikian. Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaanNya. Laknat itu pasti datang, sehingga engkau semua mengembalikan orang-orang yang berbuat kemungkaran itu kepada kebenaran yang sesungguh-sungguhnya.”

    akhir sekali …

    فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ وَاللَّهُ أَرْكَسَهُم بِمَا كَسَبُوا ۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَهْدُوا مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا
    Maksudnya : “Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.” An Nisaa (4) : 88

    http://blogkaryait.wordpress.com/2011/12/30/jangan-perasan-la-islam-tak-rugi-apa2-pun-meskipun-tanpa-umat-melayu-sekalipun-p/
    http://blogkaryait.wordpress.com/2012/01/27/ini-ker-yang-mengancam-akidah-haaaaaaaaa/

    akidah tidak akan menjadi isu jika akarnya tidak reput… siapa sepatutnya bertanggung jawab dalam hal ini atau dalam kata lain, siapakah yang bertanggung jawab dalam mereputkan akar itu? ((+_+))

    بسم الله الرحمن الرحيم.

    لَّيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ ۗ مَن يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِن دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا
    Maksudnya : “(Pahala/Balasan baik dari Allah atau syurga Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.”
    “Paradise is not [obtained] by your wishful thinking nor by that of the People of the Scripture. Whoever does a wrong will be recompensed for it, and he will not find besides Allah a protector or a helper.” An Nisaa (4) : 123

    • Saudara Alkimia,

      Tolong beri penyelesaian. Umat memerlukan penyelesaian bukan hanya sekadar mengungkit2 kesalahan orang lain. Kurangkan prasangka, banykkan pandangan2 kehadapan dan bernas untuk umat berfikir dan nilai.


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: